Enter your keyword

PERTEMUAN KOORDINASI KE-4 PENGELOLA PERPUSTAKAAN DI LINGKUNGAN ITB

PERTEMUAN KOORDINASI KE-4 PENGELOLA PERPUSTAKAAN DI LINGKUNGAN ITB

PERTEMUAN KOORDINASI KE-4 PENGELOLA PERPUSTAKAAN DI LINGKUNGAN ITB

BANDUNG, lib.itb.ac.id – Masih dalam upaya upaya meningkatkan kapabilitas sumberdaya manusia pengelola perpustakaan di lingkungan ITB, UPT Perpustakaan  menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi Ke-4 bagi para pengelola perpustakaan di lingkungan ITB. Kegiatan sharing ilmu dan sharing informasi ini mengambil tema Informasi Hibah Penelitian Pustakawan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, yang disampaikan oleh Ena Sukmana, S.Sos. (Kepala UPT Perpustakaan ITB) dan Input Data Koleksi untuk Bibliografi Web Public Access Catalog (Webpac) ITB (https://webpac.lib.itb.ac.id), yang disampaikan oleh Hidayat, S.I.Kom. (Pustakawan Ahli Pertama UPT Perpustakaan ITB). 

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala UPT Perpustakaan ITB, Ena Sukmana, S.Sos ini dilaksanakan secara hybrid di Ruang Audio Visual L.4 UPT Perpustakaan dan pada platform MsTeams pada link https://bit.ly/pertemuan-4-perpus-itb, pada hari Kamis, tanggal  9 Juni 2022 pukul 08.30 s.d 11.00. Kegiatan hybrid ini merupakan kegiatan  kedua kalinya selama masa transisi pandemi. 

Dalam pidato pembukaannya, Kepala UPT Perpustakaan menyampaikan dua hal terkait resource sharing dalam layanan multikampus yang merupakan salah satu rencana strategis UPT Perpustakaan serta pustakawan sebagai mitra peneliti dan dosen. 

“Pada ssat ini kita ketahui bersama ITB memiliki beberapa kampus-multikampus. Seluruh sivitas akademika di berbagai kampus memiliki hak yang sama untuk mendapatkan layanan perpustakaan, baik akses ke koleksi cetak maupun ke kokleksi elektronik. Dengan kondisi multikampus, tentu saja penyediaan koleksi elektronik akan menjadi sangat penting/sangat strategis kedepannya. Karena dengan koleksi elektronik-resource sharing akan berjalan dengan baik”. Demikian dikatakan Kepala UPT Perpustakaan dalam sambutannya. Kepala Perpustakaan menyampaikan kondisi saat ini bahwa masih banyak kebutuhan sumber referensi pembelajaran yang belum  tersedia dalam bentuk elektronik.  Berkaitan dengan hal ini, rencana ke depan UPT Perpustakaan adalah memperbanyak penyediaan koleksi elektronik guna memenuhi kebutuhan pembelajaran tersebut. 

Dalam kesempatan ini Kepala Perpustakaan juga menyampaikan peran pustakawan sebagai mitra peneliti dan dosen.  

“Selain itu, dalam misi Perpustakaan ITB, salah satu misinya adalah menjadi mitra untuk peneliti dan dosen. Sebagai mitra harus mengimbangi kemampuan penelitian dan pengajaran. Kita perlu meningkatkan kompetensi pustakawan dalam melaksanakan penelitian dan pengajaran,” ujarnya.  

Upaya peningkatan kompetensi pustakawan guna meningkatkan peran dan kontribusinya sebagai mitra riset adalah juga merupakan sebuah upaya menyelaraskan misi UPT Perpustakaan dengan misi institusi yang menaunginya melalui dukungan terhadap pelaksanaan program tridarma perguruan tinggi. 

Terkait hal ini, Kepala UPT Perpustakaan menyampaikan beberapa informasi mengenai kegiatan penelitian yang dapat dilakukan oleh para pustakawan di lingkungan ITB guna meningkatkan kemampuannya sebagai mitra peneliti sebagaimana tercantum dalam salah satu misi UPT Perpustakaan. Menurutnya kajian penelitian bidang kepustakawanan dapat dilakukan baik dalam lingkup nasional yang diselenggarakan oleh perpusnas, seperti Kajian Bidang Kepustakawanan Lingkup Nasional Berbasis Kompetisi yang diselenggarakan tiap tahun, atau Kajian Literasi Terapan Berbasis Konten Lokal. Sedangkan kajian dalam lingkup lokal/institusi dapat mengambil tema terkait literasi, bibliometrika, ataupun kinerja perpustakaan. 

Pada sesi kedua peserta mendapatkan materi Input Data Koleksi untuk Bibliografi Web Public Access Catalog (Webpac) ITB (https://webpac.lib.itb.ac.id), disampaikan oleh Hidayat, S.I.Kom. (Pustakawan Ahli Pertama UPT Perpustakaan ITB).  

Nara sumber menyampaikan materi yang meliputi proses pengolahan bahan perpustakaan, yang meliputi beberapa tahap kegiatan  pengatalogan (katalogisasi) dan aturan pengatalogan serta proses alur input data bibliografi Katalogisasi merupakan proses mendeskripsikan suatu informasi (bahan pustaka), yang meliputi memilih titik akses nama dan judul, melakukan analisis subjek, menentukan tajuk subyek, dan nomor klasifikasinya. Katalogisasi ini perlu dilakukan karena merupakan kegiatan penting dalam pengawasan bibliografi (informasi tentang bahan pustaka) yang bertujuan memberikan kemudahan temu kembali koleksi perpustakaan. 

Pada sesi  kedua para peserta diberi kesempatan untuk melakukan praktik input data bibliografi pada Web Public Access Catalog (Webpac) ITB yang dipandu narasumber, staf dari Bidang Operasinal dan Layanan Teknis (OLT), serta  Bidang Teknologi Informasi UPT Perpustakaan ITB guna lebih memahami dan mendalami materi yang sudah diberikan. WebPAC sendiri merupakan sebuah aplikasi teknologi informasi berbasis internet yang menjadi sarana penelusuran dokumen di perpustakaan, digunakan  untuk pencarian, peminjaman dan pengembalian koleksi perpustakaan. 

Kegiatan pemberian materi mengenai pengelolaan perpustakaan bagi para pengelola perpustakaan di lingkungan ITB ini merupakan bagian dari kegiatan pendampingan dalam mendukung upaya integrasi sistem layanan perpustakaan di seluruh ITB yang saat ini sudah mencapai progres persentase sebesar 75% integrasi data perpustakaan prodi/fakultas/sekolah. Kedepannya diharapkan seluruh perpustakaan prodi/fakultas/sekolah yang ada di ITB dapat terintegrasi dalam satu sistem layanan perpustakaan (one search ITB). 

No Comments

Post a Comment

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

X