Enter your keyword

Smart Research: Maksimalkan Sciendirect dan Scopus untuk publikasi Bereputasi

Smart Research: Maksimalkan Sciendirect dan Scopus untuk publikasi Bereputasi

Smart Research: Maksimalkan Sciendirect dan Scopus untuk publikasi Bereputasi

Bandung.lib.itb.ac.id – Perpustakaan menyelenggarakan pelatihan bertajuk Smart Research: Maksimalkan ScienceDirect dan Scopus untuk Publikasi Bereputasi” yang diikuti oleh mahasiswa, dosen, dan peneliti. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman sivitas akademika dalam memanfaatkan database ilmiah internasional guna mendukung proses penelitian hingga publikasi karya ilmiah di jurnal bereputasi. Kegiatan pelatihan dilakukan secara hybrid (luring dan daring). Pelatihan secara daring menggunakan aplikasi zoom sementara pelatihan secara luring dilaksanakan di Ruang Serbaguna UPT Perpustakaan, Lantai 1.  Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Jumat 6 Maret 2026, pukul 09.00 s.d 10.30 wib dengan menghadirkan dua (2) nara sumber dari Elsevier. Yang pertama adalah Johan Jang (Strategic Engagement Manager, Elsevier Indonesia) dan yang kedua adalah Pradipta Faikar Hakim (Customer Success Manager, Elsevier Indonesia)

Kegiatan dibuka oleh Kepala UPT Perpustakaan ITB, Ena Sukmana, S.Sos. Dalam sambutannya, Kepala Perpustakaan menyampaikan bahwa perpustakaan tidak hanya menyediakan sumber informasi, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung kegiatan riset melalui berbagai layanan literasi informasi. Melalui pelatihan ini, perpustakaan berharap sivitas akademika dapat memanfaatkan database yang telah dilanggan beserta berbagai fitur yang tersedia untuk menunjang penelitian dan publikasi ilmiah.

Pada sesi pertama, narasumber, Pradipta Faikar Hakim, memaparkan pemanfaatan ScienceDirect sebagai sumber referensi ilmiah yang menyediakan berbagai artikel penelitian dari beragam bidang ilmu. Peserta juga diperkenalkan pada cara mengakses ScienceDirect baik melalui jaringan kampus menggunakan IP institusi maupun dari luar kampus melalui fasilitas remote access. Selain itu, dijelaskan pula teknik pencarian artikel menggunakan kata kunci atau topik tertentu serta cara menemukan jurnal yang sesuai untuk publikasi.

Narasumber juga menjelaskan tiga jenis jurnal yang umum digunakan dalam publikasi ilmiah, yaitu Closed Access Journal, Open Access Journal, dan Hybrid Journal, yang masing-masing memiliki karakteristik berbeda terkait akses pembaca dan biaya publikasi. Melalui pemahaman ini, peserta diharapkan dapat menentukan strategi publikasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

Pada sesi kedua, Johan Jang sebagai narasumber, memperkenalkan pemanfaatan Scopus untuk melakukan analisis penelitian (research analytics). Melalui Scopus, pengguna dapat melakukan analisis dokumen terindeks, analisis penulis atau peneliti, analisis organisasi atau institusi, serta analisis jurnal yang dapat membantu dalam menentukan target publikasi.

Analisis dokumen terindeks Scopus, dengan memanfaatkan kata kunci tertentu serta fitur filter untuk mempersempit hasil pencarian. Fitur sort by juga dapat digunakan untuk mengurutkan artikel berdasarkan relevansi, tahun publikasi, atau jumlah sitasi. Analisis penulis (author), yang dapat dilakukan dengan mencari nama penulis atau menggunakan kata kunci tertentu untuk menemukan para ahli di suatu bidang tersebut. Analisis ini sangat bermanfaat bagi peneliti, terutama penulis pemula, dalam menemukan calon kolaborator atau potential reviewer. Analisis organisasi atau institusi, memungkinkan pengguna melihat kontribusi penelitian dari suatu perguruan tinggi atau lembaga tertentu. Analisis jurnal atau source, yang membantu peneliti dalam memilih jurnal yang tepat dan sesuai dengan topik penelitian sebelum melakukan proses submission artikel. Selain itu, diperkenalkan pula inovasi terbaru dari Elsevier berupa teknologi kecerdasan buatan LeapSpace, yang memungkinkan pengguna merangkum dokumen, membandingkan eksperimen, hingga berinteraksi langsung dengan artikel melalui fitur chat with a document.

Melalui kegiatan seminar ini, perpustakaan berharap sivitas akademika semakin memahami cara memanfaatkan sumber daya informasi digital secara optimal. Dengan kemampuan melakukan pencarian literatur yang efektif, analisis penelitian yang tepat, serta pemilihan jurnal yang sesuai, diharapkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi dapat terus meningkat.

Perpustakaan berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program literasi informasi dan pelatihan akademik yang dapat mendukung pengembangan kompetensi riset serta mendorong lahirnya lebih banyak karya ilmiah yang terpublikasi di jurnal bereputasi internasional.

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com
Open chat
Ask librarian!
X